Yogyakarta – Potensi kerajinan bambu di Kabupaten Bantul terus didorong untuk tak hanya berkembang di pasar lokal, namun dapat menjangkau pasar internasional. Dalam mewujudkan mimpi tersebut, DISPERINDAG DIY melaksanakan pelatihan ekspor, dalam rangka mendampingi bagi industri kecil menengah (IKM) pengrajin bambu Sumber Makmur. Pelatihan dilaksanakan di Karangasem RT 8, Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul. Kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 28 September hingga 1 Oktober 2026.
Kerajinan bambu sendiri memiliki karakteristik yang kuat sebagai produk berbasis potensi lokal. Bahan baku berkualitas, dipadukan dengan kreativitas dan pengerjaan yang berkualitas, menghasilkan potensi yang sangat besar
Mengangkat semangat “Sumber Makmur Go Global”, kegiatan ini menjadi ruang bagi para pengrajin bambu untuk memahami potensi dan tantangan yang harus dihadapi ketika ingin menembus pasar ekspor.
Dalam pelatihan tersebut, para pelaku usaha diberikan kesempatan mengerjakan pre test dan post test, untuk lebih memahami materi berupa pemahaman dasar – dasar ekspor termasuk potensi dan marketing. Materi lain berupa kesiapan produk, persiapan dokumen, teknis pengiriman barang, negosiasi dan kontrak ekspor, beserta tools marketing sebagai bentuk digitalisasi.
DISPERINDAG DIY melalui kegiatan pelatihan ekspor, terus mendorong agar pelaku IKM dapat naik kelas sampai ke pasar global. Diharapkan, pengembangan IKM tidak berhenti pada peningkatan jumlah produksi, tetapi juga diarahkan pada kemampuan menciptakan produk yang memiliki nilai tambah, membangun akses pasar, serta memanfaatkan peluang perdagangan internasional.
Semangat “Sumber Makmur Go Global” menjadi langkah untuk membawa kerajinan bambu menjadi bagian dari rantai nilai perdagangan yang berorientasi pada pasar global, dengan nilai jual yang lebih tinggi, dan mencapai kesejahteraan masyarakat bagi kelompok pengrajin bambu.
bukti dokumentasi silahkan klik disini

